Jiaozi atau饺子 salah satu jenis dumpling terdiri dari bahan daging dan sayur yang dibungkus satu lapisan tipis. Jiaozi disajikan dengan beberapa bumbu seperti saus , bawang putih , arak beras dan vinegar. Jiaozi bisa diolah dengan beberapa cara dari direbus / 水餃 shuǐjiǎo , dikukus / 蒸餃 zhēngjiǎo, seperti suijiao atau suikiauw , sampai ke versi kuotie (Jiaozi kering) /鍋貼 dan lebih akrab di kalangan masyarakat Indonesia.
Jiaozi adalah hidangan yang cukup populer saat Tahun Baru Imlek, karena jiaozi sendiri termasuk salah satu menu utama. Bentuk makanan ini seperti uang tael, sehingga dipercaya dengan menyajikannya di hari Imlek bisa membawa kemakmuran dan keberuntungan.
Legenda mengatakan , jenis makanan ini diciptakan oleh Zhang Zhongjing (150-219 M) seorang ahli pengobatan dimasa akhir Dinasti Han. Versi lain ada yang menyebutkan makanan tradisional ini sudah ada 1600 tahun yang lalu.
Seperti umumnya pengaruh budaya Tionghua yang meradiasi kawasan sekitar Tiongkok , makanan ini juga menyebar di beberapa kawasan atau negara. Di Jepang makanan ini dikenal sebagai Gyoza yang diturunkan dari dialek Shandong , Giaozi . Orang Vietnam mengenal makanan ini sebagai Banh Cheo.
Sumber:
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1666-jiaozi-dan-kuotie
Sumber gambar:
https://botanwang.com/sites/default/files/field/image/beef3499-1600-42cd-8762-e381ae183567.jpg?itok=jMFc-FQo