Klenteng atau 廟 (Miào), Tempat Beribadah Masyarakat Tionghoa

Ditulis oleh: Administrator, 25-01-2021

         Klenteng adalah istilah untuk tempat ibadah orang Tionghoa. Penamaan “Klenteng” ini, tidak dikenal di berbagai tempat selain di pulau Jawa. Klenteng juga disebut sebagai “bio”, yang merupakan dialek Hokkian dari karakter  (miào).  (miào) adalah sebutan umum bagi klenteng di Tiongkok. Jika dibahasa Indonesiakan arti kata    miào adalah kuil.

         Awalnya  “miào” adalah tempat penghormatan pada leluhur  “Cí” (rumah abu), dimana pada jaman dahulu masing-masing marga membuat “Cí” untuk menghormati para leluhur mereka sebagai rumah abu. Para Dewa-Dewi yang dihormati tentunya berasal dari suatu marga tertentu yang pada awalnya dihormati oleh marga/famili/klan mereka sendiri. Seiring berjalannya waktu, mulai timbul penghormatan terhadap Dewa-Dewi, yang kemudian dibuatkan ruangan khusus untuk para Dewa-Dewi,yang dapat dihormati oleh berbagai macam marga, dan suku.

         Saat ini, di dalam  “miào” masih bisa ditemukan (di bagian samping atau belakang) atau di khususkan untuk tempat menaruh abu leluhur, yang masih tetap dihormati oleh para sanak keluarga/marga/klan masing2. Di dalam  “miào” juga disediakan tempat untuk mempelajari ajaran/agama leluhur Tionghoa, seperti ajaran Konghucu, Lao Tze, dan Buddha.

         廟 "miào" atau Klenteng (dalam bahasa Jawa) dapat membuktikan selain sebagai tempat penghormatan para leluhur, tempat para Dewa-Dewi, dan tempat mempelajari berbagai ajaran, juga adalah tempat yang damai untuk semua golongan, tidak memandang dari suku dan agama apa orang itu berasal.

Untuk Informasi mengenai kursus Mandarin dan wisata ke China dapat menghubungi kami melalui website https://mislanguageschool.co.id/

Sumber:

https://www.tionghoa.info/klenteng/

Sumber gambar:

https://0.share.photo.xuite.net/next.media/1035fd7/20461519/1216640776_o.jpg