Kaisar Ibu Suri Cixi, Salah Satu Wanita Berpengaruh dalam Sejarah Tiongkok

Ditulis oleh: Administrator, 01-11-2021

       Ibu Suri Cixi merupakan salah satu wanita yang paling berpengaruh dalam sejarah yang membawa Tiongkok ke masa era modern dalam waktu 4 tahun. Sebelum Cixi ada beberapa kaisar wanita yang memerintah Tiongkok, seperti kaisar Lu Zhi (241-180 SM), Wu Zetian (624-705 M), dan Kaisar Wei (hingga 710 M).

       Kaisar Cixi merupakan pemimpin wanita dengan masa pemerintahan terlama di Tiongkok. Cixi menjadi ibu suri setelah kematian Kaisar Xianfeng yang wafat pada tahun 1861 dan kepemimpinan Cixi berlanjut hingga kematiannya pada tahun 1908. Setelah itu ia memilih kaisar bonekanya yaitu Kaisar Puyi.

       Selama pemerintahannya pada masa Dinasti Qing (1644-1912), selama 5 dekade Cixi tinggal di kota terlarang. Konon di istana terdapat 2 singgasana yang dipisahkan oleh kain berwarna kuning. Singgasana yang lebih kecil berada di depan untuk diduduki kaisar bayangannya, kemudian Cixi duduk di singgasana belakang kain itu karena dia seorang wanita.

       Secara kebetulan di saat Cixi memimpin, di belahan bumi yang lain yaitu Inggris, saat itu dipimpin oleh Ratu Victoria. Banyak orang menceritakan Cixi merupakan kaisar yang percaya diri dan tahu apa yang ia mau. Selama pemerintahannya terjadi penghapusan praktik memngikat kaki di kalangan perempuan pada tahun 1902. Cixi mendorong pendidikan modern untuk perempuan dengan mendesak pejabat senior, dan kaum bangsawan untuk mendanai sekolah bagi anak perempuan. Ia mendirikan sekolah untuk wanita aristrokrat dan mengeluarkan dekrit pada tahun 1907 yang disebut Perturan untuk Pendidikan Perempuan, bahwa perempuan harus menerima pendidikan. Para perempuan Tiongkok diberi beasiswa untuk belajar ke luar negeri.

       Pada masa kepemimpinannya, Cixi membuat Tiongkok menjadi lebih maju. Hubungan Tiongkok dengan negara-negara asing meningkat dan membuka hubungan perdagangan dan memelihara interaksi regular melalui diplomat AS, Jepang, Inggris, dan lain-lain.

       Berikut beberapa kebijakan yang membuat Tiongkok lebih maju:

  1. Menghapus praktik hukuman dengan menyayat
  2. Mencabut larangan perkawinan antaara Han-Manchu
  3. Mempercepat strategi modernisasi dengan membawa perkembangan di industri perkeretaapian
  4. Memperbarui mata uang dari inglot menjadi koin yang diproduksi secara masal, agar mata uang Tiongkok kompatibel dengan dunia luar
  5. Memprakarsai penambangan batu bara yang mengarah pada pertumbuhan perusahaan swasta dan bisnis international Tiongkok

       Cixi meninggal pada tanggal 15 November 1908 dan dimakamkan di tengah makam Qing Timur sekitar 75 mil sebelah timur Beijing.

Untuk Informasi mengenai kursus Mandarin dan wisata ke China dapat menghubungi kami melalui website https://mislanguageschool.co.id/

Sumber:

https://www.Tiongkokhighlights.com/travelguide/Tiongkok-history/empress-cixi-facts.htm

Sumber gambar:

https://p5.itc.cn/images01/20210605/5d7b479bfbfb4fa3aa62e6a1e2ab3663.png